Lompat ke isi utama

Berita

Gelar NgoPI seri 3, Panwaslih Aceh Selatan angkat Peranan Kearifan Lokal

Gelar NgoPI seri 3, Panwaslih Aceh Selatan angkat Peranan Kearifan Lokal

Tapaktuan (17/02/2021), Panitia Pengawas Pemilihan Aceh Selatan kembali menggelar kegiatan NgoPI seri 3 dengan Tema Peranan Kearifan Lokal sebagai Nilai Luhur dalam Meningkatkan Partisipasi Pemilu/Pemilihan.

Ketua Panwaslih Aceh Selatan Baiman Fadhli saat dimintai keterangan tim humas tentang alasan mengangkat tema kearifan lokal menerangkan bahwa kearifan lokal adalah cara dan praktik yang dikembangkan oleh masyarakat yang berasal dari pemahaman mendalam mereka akan lingkungan setempat yang terbentuk secara turun menurun. Dimana bentuk kearifan lokal tersebut bisa berupa nilai, norma, etika, kepercayaan, adat-istiadat, dan aturan-aturan khusus. "Nilai-nilai inilah yang kemudian dijadikan masyarakat dalam mewujudkan kebebasan, persamaan, keadilan, disiplin, tanggung jawab, dan musyawarah, oleh karenanya kami mencoba menitik beratkan nilai luhur tersebut dapat mempengaruhi masyarakat dalam bersikap memilih berpatisipasi pada semua tahapan Pemilu/Pemilihan demi terwujudnya pemilu dan pilkada yang demokratis" ungkap Founder NgoPI tersebut.

NgoPI seri 3 yang dimoderatori oleh Nadia Agus Rahayu alumni SKPP Aceh Selatan tersebut menghadirkan Dr. Fajran Zain, MA akademisi PsikoPol UINAR, Marini, S.Pt Komisioner Panwaslih Aceh, dan Baiman Fadhli, SH Ketua Panwaslih Aceh Selatan.

Diskusi yang juga disiarkan secara live pada media sosial facebook di Jambo NgoPI Panwaslih Aceh Selatan berlangsung  selama dua jam.  Fajran Zain dalam penyampaiannya mengatakan masyarakat sangat penting untuk terlibat dalam mengawasi pemilu maupun pilkada, dimana keterlibatan tersebut harus dalam bentuk partisipasi yang subtansial, bukan partisipasi yang dimobilisasi. "partisipasi dalam demokrasi itu wajib dan penting kepada kita sebagai warga negara, karena kita ikut menentukan arah nasib bangsa ini" ucap Fajran Zain.

Hal senada juga disampaikan Marini bahwa partisipasi masyarakat sangat urgent untuk dilaksanakan dan maraknya hoax maupun Money Politik, sehingga program pengawasan saat ini dikemas dengan pelibatan masyarakat sebagai upaya Bawaslu agar terciptanya proses dan hasil Pemilu yang bermartabat.

"yang terpenting dalam pengawasan itu adalah peranan masyarakat, jika hal tersebut terwujud maka pengawasan penyelenggaraan pemilu akan sukses tentunya, selain itu juga menjadi penting bagaimana masyarakat itu paham terhadap pengawasan pemilu itu sendiri" tutup Marini dalam closing statmen pada diskusi NgoPI seri 3 tersebut. [HPAS]