Lompat ke isi utama

Berita

Harkitnas ke-118, Panwaslih Aceh Selatan Ajak Masyarakat Jaga Tunas Bangsa dan Demokrasi

#

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 yang jatuh pada 20 Mei 2026 menjadi momentum penting bagi Bawaslu/Panwaslih Kabupaten Aceh Selatan untuk menegaskan kembali komitmen dalam menjaga kualitas demokrasi di tingkat lokal. Dengan mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa demi Kedaulatan Negara”, Harkitnas tahun ini mengajak seluruh elemen bangsa untuk melihat perjuangan kebangsaan dalam konteks yang lebih modern, khususnya di tengah derasnya arus informasi dan transformasi digital.

Bagi Panwaslih Kabupaten Aceh Selatan, kebangkitan nasional hari ini tidak hanya dimaknai sebagai semangat mengenang perjuangan para pendiri bangsa pada tahun 1908, tetapi juga sebagai panggilan untuk memperkuat integritas, literasi digital, dan partisipasi masyarakat dalam menjaga demokrasi. Tantangan kebangsaan saat ini telah bergeser. Jika dahulu perjuangan lebih banyak berkaitan dengan kedaulatan wilayah secara fisik, maka kini bangsa Indonesia juga dihadapkan pada tantangan menjaga kedaulatan informasi di ruang digital.

Ketua Panwaslih Kabupaten Aceh Selatan, Deri Friadi, memandang bahwa menjaga “tunas bangsa” berarti melindungi generasi muda dari paparan informasi negatif, hoaks, ujaran kebencian, dan berbagai bentuk manipulasi informasi yang dapat merusak kesadaran demokrasi. Menurutnya, generasi muda harus didorong menjadi warga digital yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab, terutama dalam menyikapi informasi politik dan kepemiluan.

“Momentum Harkitnas ini harus menjadi titik balik bagi kita semua untuk memperkuat kesadaran bersama. Menjaga tunas bangsa dari pengaruh informasi negatif dan hoaks berarti ikut mengokohkan fondasi kedaulatan negara, termasuk dari daerah,” ujar Deri Friadi.

Panwaslih Kabupaten Aceh Selatan juga menilai bahwa transformasi digital memiliki peran besar dalam pengawasan pemilu dan pilkada. Ruang digital dapat menjadi sarana edukasi, partisipasi, dan kolaborasi masyarakat dalam mengawal proses demokrasi. Namun, ruang yang sama juga dapat menjadi tempat berkembangnya disinformasi, provokasi, politik identitas, hingga praktik-praktik yang berpotensi mencederai demokrasi.

Karena itu, semangat Hari Kebangkitan Nasional perlu diwujudkan melalui penguatan pengawasan partisipatif. Masyarakat tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga bagian penting dalam menjaga proses pemilu yang jujur, adil, bersih, dan bermartabat. Setiap warga memiliki peran untuk memastikan bahwa demokrasi berjalan sesuai prinsip integritas dan kedaulatan rakyat.

Panwaslih Kabupaten Aceh Selatan mengajak seluruh unsur masyarakat, mulai dari pemuda, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat sipil, media, hingga penyelenggara pemilu, untuk memperkuat sinergi dalam menjaga demokrasi di daerah. Semangat kebangkitan nasional harus diterjemahkan dalam tindakan nyata: meningkatkan literasi digital, menolak hoaks, menghindari politik uang, serta aktif mengawasi setiap tahapan pemilu maupun pilkada.

Dengan semangat Harkitnas ke-118, Panwaslih Kabupaten Aceh Selatan berharap kolaborasi antara pengawas pemilu, penyelenggara, peserta pemilu, dan masyarakat semakin solid. Dari Aceh Selatan, semangat menjaga tunas bangsa diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam merawat kedaulatan negara, memperkuat demokrasi, dan memastikan masa depan bangsa tetap berada di tangan generasi yang sadar, cerdas, dan berintegritas